Ahlan Wa Sahlan , , , , , , ,

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ..

لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن عمره فيما أفناه وعن علمه فيما فعل به و عن ماله من أين اكتسبه وعن جسمه فيما أبلاه

”Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ditanya tentang empat perkara, tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana dia amalkan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan dan tentang tubuhnya bagaimana dia memanfaatkanya.”

(HR. at-Tirmidzi)

Abdullah Ibnu Mas’udz bahwasanya dia berkata “Tidaklah aku menyesali sesuatu seperti penyesalanku atas suatu hari yg berlalu dgn terbenamnya matahari semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku.

Selasa, 12 Juni 2012

Masih Bersahabat dengan AlQur'an???


Assalamualaykum Saudara/ Saudari ku,,

BENARKAH Kita layak disebut seorang Muslim/muslimah? 

Jawabannya gampang saja. Berapa lama Kita meluangkan waktu  dalam sehari untuk baca dan memahami isi kandungan al-Quran? 

Coba bandingkan, berapa cepat Kita membaca koran dan al-Quran setiap hari? jawabannya, banyak kaum Muslim, lebih cepat membaca koran dibanding kitab suci pegangan mereka sendiri.
Padahal, membaca al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah. Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca al-Qur’an adalah wajib ‘ain.

Maknanya, setiap individu yang mengaku dirinya Muslim harus

❤¸.•*✿ Aku Ingin Di Cintai Karena Allah ❤¸.•*✿



•Yaa Rabbi•*´¯ 

Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumAmiin ya Rabbal'alamiin...


Jika kau mencintaiku karena kecantikanku.Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya…Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia.Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria,Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu,Kemudian aku bertanya…..Bila keceriaan itu kelam dirundung duka,Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku,Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu,Kemudian aku bertanya….Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka,Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku,Membuatmu yakin pada putusanku,Kemudian aku bertanya....Ketika kecerdasan itu berangsur hilang senua,Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki,Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya...Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak,Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku,Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu,Kemudian aku bertanya….Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai,Seberapa kuat cintamu bertahan?

Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan,Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam,Kemudian aku bertanya….Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat,Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku,Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku,Kemudian aku bertanya…..Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku,Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya….Kala iman itu jatuh menurun,Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena,Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta ,yang kan kau pegang sepanjang hayat Kemudian aku bertanya….Pun hati ini tergoncang..Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup,Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku,Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....Aku ingin kau cintai karena Allah..

Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga,Maka cintaku kan tetap utuh dan setia,Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu,Karena cintaku berpulang pada-Nya..

Memory Teras Sepi Juni 12, 2012

Engkau Lebih Cantik Bercadar [Mengangkat Kekhawatiran Dan Belum Siapnya Wanita Untuk Memakai Cadar]


Assalamualaykum Saudara / Saudari ku ,,,

Alhamdulillah, belakangan ini cadar dan purdah mulai tidak asing lagi di beberapa tempat di negeri kita. Sekarang sudah menjadi pemandangan biasa wanita keluar lengkap dengan seperangkat pakaian yang serba besar dan menutup aurat secara sempurna. Para wanita penggenggam bara  api kini tidak perlu resah lagi ketika keluar rumah, karena kita lihat wanita bercadar di tempat-tempat umum seperti pasar, kampus, kantor dan pusat kegiatan lainnya. Mereka tidak lagi merasa sendiri dan terasing dengan pakaian kemuliaan mereka.
Alhamdulillah juga, fase-fase sulit telah lewat. Dimana cadar dan purdah identik dengan terorisme dan bom. Sehingga image yang berkembang di masyarakat bahwa cadar adalah pakaian istri teroris. Menyulitkan wanita-wanita yang menyelamatkan pandangan para lelaki dari panah iblis. Diskriminasi, razia, periksa KTP sampai penggerebekan di rumah dialami oleh mereka. Ini karena perbuatan orang-orang yang hanya punya semangat dalam beragama tetapi tidak berlandaskan ilmu. Bom dan jihad seperti yang mereka agung-agungkan bukan ajaran Islam. Sumber ajaran mereka adalah paham takfiriy,

Kamis, 07 Juni 2012

Tasbih Cinta

Bismillahirrahmaanirrahiim



Sedang apakah kamu cinta?
Kumohon kemarilah, ku ingin b'samamu..
Rindu ini mengajakku u/ sgera b'temu denganmu
resah hati tak mendengar kabarmu,
jika diijinkan, biarkan aku saja yang menghampiri nan menjemputmu..


Tapi apa mau dikata, sampai saat ini kubelum tau siapa dirimu,
belum kenal deretan huruf namamu & tak tau kau hidup di kota mana...~_~

b'sembunyi dimanakah kau cinta_ku?
Sampai kapan buat kuselau menunggu??
Kumohon keluarlah dari bilik munajah cinta-ku.

Sabar...

Itulah kunci pnantian-ku
aku percaya..
Takdir ALLAH bukan tak akan memp'temukan diri ini dgmu..
Namun masih belum saatnya tuk b'temu


Disini...
Tetap kurajut benang-benang doa!
Aaah... Ingin rasanya kupetik namamu
tuk kuselipkan dalam sujud doa cintaku


Tapi Allah berkata masih "RAHASIA"

tak kan kubiarkan masa penantianku kosong begitu saja.
Bukan b'arti ku isi dgn b'main2 hati
biarkn aku sibuk tuk lebih dekat pada-NYA
Memp'siapkn diri agr menjadi pantas menyambut kedatanganmu


Cinta
Kuharap kau jua begitu..
Ingin tau siapa aku,,
Kumohon Cinta.
jgn b'diam diri saja di ujung sana
b'rusahalah menghampiriku dg bekal keimananmu
mintalah petunjuk pada Rabbi untuk menemuiku

yakinlah …… !!!
rajutan doaku n doamu mampu menambah kekuatan tekad u/ bisa dp'etmukan
di waktu yg TEPAT n INDAH dalam balutan pernikahan suci..

Ya allah..
Ya Rohmaan..
Jika sudah tiba saatnya, keluarkan dia dari bilik munajah cintaku
Antarkan hatinya tuk mjemputku d ujung pnantian ini ...
bisikkan padanya bhwa penantianku b'samaMU,,,
Bukn dg mereka yg ingin menawarkn cinta semu...
 
Aamiin

Rabu, 06 Juni 2012

Detik – detik Terakhir Rosulullah SAW



Assalamualykum Saudara/Saudari Ku,,,

Dari Ibnu Mas’ud r.a., bahwasanya dia berkata: “Ketika ajal Rasulullah saw sudah dekat,baginda mengumpulkan kami dirumah Siti Aisyah r.a. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinang air matanya, lalu bersabda: Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu,agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu.Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah.”

“Allah berfirman: Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerusakan di muka bumi.Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kemudian kami bertanya: “Bilakah ajal baginda ya Rasulullah?”
Baginda menjawab: “Ajalku telah hampir,dan akan pindah ke hadrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila.”
Kami bertanya lagi: “Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab:

Sabtu, 12 Mei 2012

Lamaranmu Ku Tolak ... !!!





Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.


Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Fakultas Ekonomi Universitas ternama Pak. Salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”
“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”
“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”
“Kamu kesini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.
“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz.. saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda ikut berkaca-kaca....

Perjalanan kehidupan pun berlanjut...

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An-Nahl QS 16:18)